Melawan Absurditas Hidup: Menjadi Manusia Seutuhnya Dalam Terang Eksistensialisme Soren Abbey Kierkegaard

Authors

  • Ola Suan Maumere

DOI:

https://doi.org/10.63037/ivl.v8i1.149

Keywords:

Kehidupan; Eksistensi, Absurd, Melawan

Abstract

Tulisan ini merupakan ikthiar penulis dalam menelaah relevansi pemikiran eksistensialisme Keirkegaard bagi problem hidup manusia saat ini, bahwasannya kehidupan sering mencipatakan ruang kosong yang hampa dan absurd, yang menuntut pemaknaan untuk memberi warna pada kehampaan tersebut. Namun, pemaknaan tersebut kerap terlampau jauh sehingga absurditas kehidupan yang hendak dipudarkan justru melahirkan absurditas yang lain. Pembunuhan, pemerkosaan, pembantaian masa dan beribu hal asusilah lainnya lahir dari absurditas tersebut.  Karena itu, konsep eksistensialisme Kierkegaard menjadi salah satu obat mujarab yang dapat membantu untuk memberontak dan melewan absurditas tersebut demi kehidupan yang lebih bermakna sebagai manusia yang utuh. Konsep eksistenstialisme Kierkegaard menjadi sebuah tawaran yang baik bagi kita untuk memutuskan rantai absurditas tersebut dengan berpaling darinya melalui lompatan dari tahap-tahap atau wilayah eksistensi dengan gerak maju yang saling melampaui. Penulis dalam tulisan ini sepenuhnya menggunakan penelitian kualitatif yaitu dengan mengumpulkan literatur yang membahas masalah ini dan sebisa mungkin penulis mencoba membedah masalah ini menggunakan konsep eksistensi Kierkegaard

References

Asia, P. Y., Dirman, E. M., & Ojan, A. (2025). Sishypus Era Digital: Telaah Absurdisme Albert Camus Dalam Realitas Konten Kreator Di Platform Media Sosial. Jurnal Studimultidisipliner, 9 (11).

Bertens, Ohotimur, J., & Dua, M. (2018). pengantar filsafar. Kanisius.

Camus, A. (1999). mitesifisus (A. D (Ed.)). pustaka utama.

Camus, A. (2018). pemberontakan (Apsanti (Ed.)). gramedia pustaka utama.

Deparno, M., & Riyanto, A. (2023). Menggugah pandangan sempit tentang manusia dengan memahami hakikat manusia dalam perspektif metafisika. Jurnal Ilmu Humaniora, 7(2).

Fern, V. (Ed.). (2020). Sejarah Sistem-Sistem Filsafat.

Fromm, E. (2004). akar kekerasan: analisis sosial psikologi atas watak manusia (I. Muttaqin (Ed.)). pustaka pelajar.

Hadiwijoyo, H. (1980). seri filsafat barat 1. Kanisius.

Hardiman, B. (2020). aku klik maka aku ada. Kanisius.

Ikka, Z. (2024). nietzsche membunuh tuhan. narasi.

Leahy, L. (2001). siapakah manusia. Kanisius.

Mokorowu, yanny yeski. (2016). makna cinta menjadi autentik dengan mencintai tanpa syarat menurut eksistensialisme soren kierkegaard. Kanisius.

Mukese, J. D. (2006). menjadi manusia kaya makna. Obor.

Nurul Hanafi. (2024). takut dan gemetar. pustaka klasik.

Palmer, donal d. (2001). kiekegaard untuk pemula. Kanisius.

Safina. (2023). Dinamika Gender Dalam Kontroversi ;LGBT di Indonesia: Analisis Budaya, Agama, Dan Kebijakan. Jurnal Studi Gender Dan Anak, 8(1).

Vardy, P. (2001). kierkedaard. Kanisius.

Published

2025-12-16

How to Cite

Suan, O. (2025). Melawan Absurditas Hidup: Menjadi Manusia Seutuhnya Dalam Terang Eksistensialisme Soren Abbey Kierkegaard . In Veritate Lux : Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, Dan Budaya, 8(1), 110–126. https://doi.org/10.63037/ivl.v8i1.149