DOKTRIN KESELAMATAN DALAM PANDANGAN GEREJA KATOLIK DAN PROTESTAN

Penulis

  • Fanny Indarto 1Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta
  • Maximilian Edward Tjang SMA Kolese Kanisius, Jakarta
  • Laurencia Müller Hospital Arlesheim, Switzerland
  • Yanto Sandy Tjang Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Felisitas Yuswanto Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Mayong Andreas Acin Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.63037/ivl.v9i2.195

Kata Kunci:

Gereja Katolik, Iman, Protestan, Keselamatan, Rahmat.

Abstrak

Penelitian ini mengkaji doktrin keselamatan dalam perspektif Gereja Katolik dan Protestan melalui analisis teologis-komparatif yang berakar pada Kitab Suci, tradisi, dan perkembangan historis teologi. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menyoroti perbedaan mendasar sekaligus titik temu antara kedua tradisi, khususnya terkait relasi antara iman, rahmat, dan perbuatan dalam proses keselamatan. Teologi Katolik menekankan keselamatan sebagai proses partisipatif yang melibatkan rahmat Allah, kebebasan manusia, serta dimediasi melalui sakramen dan kehidupan Gereja. Sebaliknya, teologi Protestan, terutama dalam tradisi Reformasi, menegaskan prinsip sola gratia dan sola fidei, di mana keselamatan dipahami sebagai anugerah Allah yang diterima melalui iman tanpa bergantung pada usaha manusia. Meskipun terdapat perbedaan aksentuasi teologis, keduanya mengakui bahwa keselamatan bersumber dari inisiatif kasih Allah dalam Kristus. Penelitian ini menunjukkan bahwa dialog ekumenis membuka ruang pemahaman yang lebih integratif dan mengarah pada pemaknaan keselamatan yang lebih holistik dalam konteks kekristenan kontemporer.

Referensi

Charoline, C., & Ariana, M. (2024). Doktrin keselamatan (soteriologi). Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(3), 1970–1977.

Chauvet, L.-M. (2001). The sacraments: The Word of God at the mercy of the body. Liturgical Press.

Clifford, C. E. (2024). The “Hierarchy” of Truths in a New Context. Theological Studies, 85(1), 10–33. https://doi.org/10.1177/00405639231225145

Cooper, J. B. (2021). Union with Christ: Salvation as participation (A Contemporary Protestant Scholastic Theology, Vol. 6). Just and Sinner Publications.

Doyle, D. M. (2016). Communion ecclesiology. In M. D. Chapma & M. Haar (Eds.), Pathways for ecclesial dialogue in the twenty-first century. Palgrave Macmillan.

Dulles, A. (1991). Models of the church. Image.

Gracea, M., Marsali, Dwi, P., & Sarmauli. (2025). Iman dan perbuatan baik dalam perspektif keselamatan Kristen. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(5), 630–638. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i5.1510

Gulo, D. M. (2021). Pemahaman Hukum Taurat Menurut Teologi Anugerah Dan Implikasinya Terhadap Persepsi Antinomian. Matheteuo: Religious Studies, 1(2), 53–61. https://doi.org/10.52960/m.v1i2.56

Handayani, D. (2017). Tinjauan teologis konsep iman dan perbuatan bagi keselamatan. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 1(2), 91–103. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v1i2.16

Harianto, Y. H. (2022). Studi Perbandingan Konsep Iman dan Perbuatan Menurut Paulus dan Yakobus. Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 3(2), 35–49. https://doi.org/10.55097/sabda.v3i2.51

Levering, M., & Vanhoozer, K. J. (2021). Was the Reformation a mistake? Why Catholic doctrine is not unbiblical. Zondervan.

Luke, S. E. (2025). Christ the Matter and Form of Justification: A New Solution for Reconciling Imputed and Infused Righteousness. Religions, 16(7), 898. https://doi.org/10.3390/rel16070898

Mawikere, M. C. S. (2007). Perbandingan teologi keselamatan antara Katolik dan Protestan sebelum dan sesudah gerakan Reformasi. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(1), 1–18.

McGrath, A. E. (2016). Christian theology: An introduction. Wiley-Blackwell.

Murray, P. D., Ryan, G. A., & Lakeland, P. (Eds. . (2022). Receptive ecumenism as transformative ecclesial learning: Walking the way to a church re-formed. Oxford University Press.

O’Brien, C. M. (2024). Joint declaration on the doctrine of justification. The Ecumenical Review, 76(2), 215–228. https://doi.org/10.1111/erev.12854

O’Collins, G. (2011). Rethinking fundamental theology. Oxford University Press.

O’Collins, G. (2017). Catholicism: A very short introduction. Oxford University Press.

Peterson, R. A. (2019). The assurance of salvation: Biblical hope for our struggles. Zondervan Academic.

Refliadi, H. (2025). Analisis Konsep Keselamatan Dalam Perspektif Reformed: Studi Sistematis Tentang Doktrin Sola Gratia. Jurnal Pendidikan Agama Dan Teologi, 3(1), 85–90. https://doi.org/10.59581/jpat-widyakarya.v3i1.4519

Silambi, C., Sartika, C. M., & Ponda, E. (2025). Keselamatan Sebagai Ketentuan Allah Semata (Monergisme) VS Keselamatan Hasil Kontribusi Manusia (Sinergisme): Analisis Teologi Paulus. Berkat: Jurnal Pendidikan Agama Dan Katolik, 2(2), 85–94. https://doi.org/10.61132/berkat.v2i2.1157

Stevana, R., Tina, Selvina, & Sarmauli. (2024). Doktrin Keselamatan (Soteriologi). Jurnal Magistra, 2(4), 01–13. https://doi.org/10.62200/magistra.v2i4.165

Sunarko, A. (2017). Rahmat dan sakramen: Teologi dengan paradigma kebebasan. Melintas, 22(1), 14–33.

Tambun, R. H. I. (2024). Soteriologi dalam Sakramen Protestan: Tinjauan Dogmatis HKBP Terhadap Keselamatan. HARVESTER: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 9(2), 258–276. https://doi.org/10.52104/harvester.v9i2.244

Tedjoworo, H. (2025). The Relevance of Catholic Theological Inspiration on Ecumenical Dialogue for Religious Moderation in Indonesia. IJNI: International Journal of Nusantara Islam, 13(1), 1–10. https://doi.org/10.15575/ijni.v13i1.45835

Telaumbanua, Y., & Pasaribu, M. (2023). Perkembangan Teologi Di Era Moderenisme Dan Dampak Bagi Iman Kristen Masa Kini. Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(2), 114–129. https://doi.org/10.46974/ms.v4i2.103

Telussa, M. J., & Peea, F. (2026). Dua Visi , Satu Panggilan : Pergumulan Konsep Oikumene dalam Tradisi Katolik dan Protestan serta Implikasinya bagi Identitas Gereja di Era Pascamodern. JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 03(01), 2534–2547.

Vanhoozer, K. J. (2014). Faith speaking understanding: Performing the drama of doctrine. Westminster John Knox Press.

Winowa’a, N., & Marbun, R. (2023). Korelasi iman dan perbuatan menurut Yakobus 2:26 dan implikasinya bagi orang Kristen. Jutipa: Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(3), 45–53. https://doi.org/10.55606/jutipa.v1i3.114

Yeago, D. S. (1998). Lutheran-Roman Catholic consensus on justification: The theological achievement of the Joint Declaration. Pro Ecclesia, 7(4), 449–470.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31

Cara Mengutip

Indarto, F., Tjang, M. E., Müller, L., Tjang, Y. S., Yuswanto, F., & Acin, M. A. (2026). DOKTRIN KESELAMATAN DALAM PANDANGAN GEREJA KATOLIK DAN PROTESTAN. IN VERITATE LUX, 9(2), 193–208. https://doi.org/10.63037/ivl.v9i2.195

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama