SEMANGAT KEBANGSAAN KAUM RELIGIUS KATOLIK SEBAGAI UPAYA KONTRA-RADIKALISME AGAMA DI MASYARAKAT PLURAL KOTA PONTIANAK

Penulis

  • Maria Magdalena Husun Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Yanto Sandy Tjang Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Amandus Suhaedi Dol Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak
  • Felisitas Yuswanto Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.63037/ivl.v9i1.186

Kata Kunci:

Biarawan-biarawati Katolik; Moderasi beragama; Pluralitas sosial; Radikalisme agama; Semangat kebangsaan.

Abstrak

Radikalisme agama merupakan fenomena multidimensional yang muncul dari interaksi kompleks antara faktor teologis, sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan. Dalam masyarakat plural seperti Kota Pontianak, radikalisme berpotensi mengganggu kohesi sosial jika tidak ditangani melalui pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan iman, etika, dan praktik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana biarawan dan biarawati Katolik menginternalisasi dan mengaktualisasikan semangat kebangsaan sebagai strategi kontra-radikalisme, sekaligus memahami makna ajaran Gereja dalam konteks keberagaman, demokrasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh religius di beberapa paroki Keuskupan Agung Pontianak dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme dilaksanakan melalui pendidikan agama Katolik yang mencerahkan, dialog lintas iman, penguatan nilai toleransi, penghormatan terhadap martabat manusia, pengembangan pola pikir kritis, serta keterlibatan aktif dalam komunitas keberagaman. Implementasi semangat kebangsaan ini tidak hanya memperkuat loyalitas terhadap negara, tetapi juga menegaskan panggilan Injili untuk hidup dalam persaudaraan, solidaritas, dan keadilan. Dengan demikian, biarawan-biarawati berperan sebagai agen transformasi sosial yang membumikan nilai Injili sekaligus memperkuat kohesi dan perdamaian dalam masyarakat plural.

Referensi

Agustiani, R., Safitri, D., & Sujarwo. (2024). Peran Gereja Katolik di Jakarta dalam masyarakat pluralis: Kontribusi, tantangan, dan prospek. JICN: Jurnal Intelek dan Cedikiawan Nusantara, 1(2), 731–738.

Anggoro, S., & Albina, M. (2025). Nilai-nilai pilar Pancasila sebagai komitmen kebangsaan. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu, 2(6), 230–235. https://doi.org/10.5281/zenodo.14749086

Banks, J. A. (2016). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching. Routledge.

Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology. Orbis Books.

Bevans, S. B., & Schroeder, R. P. (2004). Constants in context: A theology of mission for today. Orbis Books.

Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan. (2019). Moderasi beragama. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Cornille, C. (Ed.). (2013). The Wiley-Blackwell companion to inter-religious dialogue. Wiley-Blackwell.

Franc, R., & Pavlović, T. (2023). Inequality and radicalisation: Systematic review of quantitative studies. Terrorism and Political Violence, 35(4), 785–810. https://doi.org/10.1080/09546553.2021.1974845

Francis, P. (2018). Gaudete et exsultate: Apostolic exhortation on the call to holiness in today’s world. Libreria Editrice Vaticana.

Francis, P. (2020). Fratelli tutti: Encyclical letter on fraternity and social friendship. Libreria Editrice Vaticana.

Gurusinga, R. E., Gurusinga, R. D., & Barus, A. (2025). Menghidupi cinta tanpa syarat: Konsep “caritas” dalam ajaran Katolik dan dampaknya bagi masyarakat plural. Jurnal Pastoral Kateketik, 2(2), 1–12. https://doi.org/10.70343/4znffr54

Jarvis, L., Lehane, O., Macdonald, S., & Nouri, L. (2017). Terrorists’ use of the internet: Assessment and response. SAGE Publications.

Kubacki, Z. J. (2021). Religious pluralism from the Catholic point of view. Verbum Vitae, 39(2), 527–542. https://doi.org/10.31743/vv.12297

Konferensi Wali Gereja Indonesia. (2014). Iman Katolik: Buku informasi dan referensi. PT Kanisius.

Martinus., Pongkot, H., & Lisarani, V. (2023). Dialog dan persahabatan sosial pada satu-satunya perguruan tinggi Katolik negeri Pontianak di Indonesia: Memaknai ensiklik Fratelli Tutti Paus Fransiskus. *Prosiding Penelitian dan Pengabdian Keagamaan, 1, 108–116.

Martasudjita, E. (2021). Teologi inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia. PT Kanisius.

Medda-Windischer, R., Budabin, A. C., & Zeba, M. (2024). Introduction: The intersection of religion with radicalization and de-radicalization processes in comparative perspective. Religions, 15(11), 1410. https://doi.org/10.3390/rel15111410

O’Malley, J. W. (2019). When bishops meet: An essay comparing Trent, Vatican I, and Vatican II. Belknap Press.

Paul VI, P. (1965a). Nostra aetate: Declaration on the relation of the Church to non-Christian religions. Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI, P. (1965b). Gaudium et spes: Pastoral constitution on the Church in the modern world. Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI, P. (1965c). Perfectae caritatis: Decree on the adaptation and renewal of religious life. Libreria Editrice Vaticana.

Pontifical Council for Justice and Peace. (2004). Compendium of the social doctrine of the Church. Libreria Editrice Vaticana.

Surbakti, M. E., & Stanislaus, S. (2023). Seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia: Uraian deskriptif kritis atas pandangan Albertus Soegijapranata mengenai jiwa nasionalisme umat Katolik Indonesia sebagai warga negara Indonesia. Rajawali, 20(2), 59–66.

Steffen, L. (2021). Christianity and violence. Cambridge University Press.

Tjang, Y. S., & Soeryamassoka, H. M. (2025). Agama dan fenomena sosial kontemporer: Kajian sosiologi agama atas konflik keagamaan, bunuh diri, dan kecerdasan buatan. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 9(2), 100–111. https://doi.org/10.61831/gvjkp

Tjang, Y. S., Prasetyo, L., Astuti, R. E., Wyatno, A. K., Sinaga, A. M. T., Muliawati, V. A., & Andry, V. R. N. (2025). Konsep kebajikan Thomas Aquinas sebagai landasan paradigmatif bagi manajemen dan kepemimpinan Kristiani. Jurnal Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan), 6(2), 114–124. https://doi.org/10.61717/sl.v5i2.140

Venansius, K. A. (2025). Moderasi beragama sebagai sarana mempertahankan predikat Singkawang kota tertoleran. In Veritate Lux: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, dan Budaya, 8(1), 57–71.

Wahyuni, R., Rahma, H. L. F., & Putri, H. H. (2022). Pemahaman radikalisme. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 180–188. https://doi.org/10.31316/jk.v6i1.2115

Wahyuni, S., Musmulyadi, & Maskuri. (2025). Perspektif baru moderasi beragama dalam dinamika kehidupan Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(1), 404–411. https://doi.org/10.31571/jpkn.v9i1.9025

Wea, M. F., & Tage, A. C. D. (2023). Pembentukan karakter siswa melalui pendidikan Agama Katolik di Sekolah Dasar. Vocat: Jurnal Pendidikan Katolik, 3(2), 31–35. https://doi.org/10.52075/vctjpk.v3i2.200

Widharsana, P. D. (2018). Mengamalkan Pancasila dalam terang iman Katolik. PT Kanisius.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-09

Cara Mengutip

Husun, M. M., Tjang, Y. S., Dol, A. S., & Yuswanto, F. (2026). SEMANGAT KEBANGSAAN KAUM RELIGIUS KATOLIK SEBAGAI UPAYA KONTRA-RADIKALISME AGAMA DI MASYARAKAT PLURAL KOTA PONTIANAK. IN VERITATE LUX, 9(1), 70–84. https://doi.org/10.63037/ivl.v9i1.186

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama