SPIRITUALITAS SANTO IGNATIUS DE LOYOLA

DISKRESI ROH DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN IMAN KONTEMPORER

Penulis

  • Maximilian Edward Tjang SMA Kolese Kanisius Jakarta
  • Fanny Indarto Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta
  • Yanto Sandy Tjang Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.63037/ivl.v9i1.185

Kata Kunci:

Diskresi Roh; Latihan Rohani; Santo Ignatius de Loyola.

Abstrak

Penelitian ini mengkaji spiritualitas Santo Ignatius de Loyola dengan menempatkan diskresi roh sebagai pusat pengalaman iman Ignasian serta menelaah relevansinya dalam konteks kehidupan iman kontemporer. Bertolak dari pengalaman pertobatan Santo Ignatius de Loyola yang diolah melalui refleksi mendalam, penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas Ignasian berkembang sebagai pendekatan iman yang berakar pada dinamika batin manusia dan keterbukaan terhadap karya Roh Kudus dalam situasi hidup konkret. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menganalisis karya-karya utama Santo Ignatius de Loyola, terutama Latihan Rohani, serta literatur teologi spiritual kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa diskresi roh tidak dapat direduksi menjadi praktik introspeksi psikologis, melainkan merupakan proses rohani yang integratif, yang melibatkan akal budi, afeksi, dan kehendak dalam pengambilan keputusan hidup yang bertanggung jawab dan berorientasi pada nilai-nilai Injili. Latihan Rohani dipahami sebagai metode transformasi pribadi yang bersifat holistik; sementara prinsip ‘finding God in all things’ dan ‘magis’ menegaskan relevansi spiritualitas Ignasian dalam menghadapi tantangan dunia modern. Dengan demikian, spiritualitas Ignasian menawarkan kerangka iman yang reflektif, dialogis, dan transformatif bagi penghayatan kehidupan Kristiani kontemporer.

Referensi

Agustiani, R., Safitri, D., & Sujarwo. (2024). Peran Gereja Katolik di Jakarta dalam masyarakat pluralis: Kontribusi, tantangan, dan prospek. JICN: Jurnal Intelek dan Cedikiawan Nusantara, 1(2), 731–738.

Anggoro, S., & Albina, M. (2025). Nilai-nilai pilar Pancasila sebagai komitmen kebangsaan. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu, 2(6), 230–235. https://doi.org/10.5281/zenodo.14749086

Banks, J. A. (2016). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching. Routledge.

Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology. Orbis Books.

Bevans, S. B., & Schroeder, R. P. (2004). Constants in context: A theology of mission for today. Orbis Books.

Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan. (2019). Moderasi beragama. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Cornille, C. (Ed.). (2013). The Wiley-Blackwell companion to inter-religious dialogue. Wiley-Blackwell.

Franc, R., & Pavlović, T. (2023). Inequality and radicalisation: Systematic review of quantitative studies. Terrorism and Political Violence, 35(4), 785–810. https://doi.org/10.1080/09546553.2021.1974845

Francis, P. (2018). Gaudete et exsultate: Apostolic exhortation on the call to holiness in today’s world. Libreria Editrice Vaticana.

Francis, P. (2020). Fratelli tutti: Encyclical letter on fraternity and social friendship. Libreria Editrice Vaticana.

Gurusinga, R. E., Gurusinga, R. D., & Barus, A. (2025). Menghidupi cinta tanpa syarat: Konsep “caritas” dalam ajaran Katolik dan dampaknya bagi masyarakat plural. Jurnal Pastoral Kateketik, 2(2), 1–12. https://doi.org/10.70343/4znffr54

Jarvis, L., Lehane, O., Macdonald, S., & Nouri, L. (2017). Terrorists’ use of the internet: Assessment and response. SAGE Publications.

Kubacki, Z. J. (2021). Religious pluralism from the Catholic point of view. Verbum Vitae, 39(2), 527–542. https://doi.org/10.31743/vv.12297

Konferensi Wali Gereja Indonesia. (2014). Iman Katolik: Buku informasi dan referensi. PT Kanisius.

Martinus., Pongkot, H., & Lisarani, V. (2023). Dialog dan persahabatan sosial pada satu-satunya perguruan tinggi Katolik negeri Pontianak di Indonesia: Memaknai ensiklik Fratelli Tutti Paus Fransiskus. *Prosiding Penelitian dan Pengabdian Keagamaan, 1, 108–116.

Martasudjita, E. (2021). Teologi inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia. PT Kanisius.

Medda-Windischer, R., Budabin, A. C., & Zeba, M. (2024). Introduction: The intersection of religion with radicalization and de-radicalization processes in comparative perspective. Religions, 15(11), 1410. https://doi.org/10.3390/rel15111410

O’Malley, J. W. (2019). When bishops meet: An essay comparing Trent, Vatican I, and Vatican II. Belknap Press.

Paul VI, P. (1965a). Nostra aetate: Declaration on the relation of the Church to non-Christian religions. Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI, P. (1965b). Gaudium et spes: Pastoral constitution on the Church in the modern world. Libreria Editrice Vaticana.

Paul VI, P. (1965c). Perfectae caritatis: Decree on the adaptation and renewal of religious life. Libreria Editrice Vaticana.

Pontifical Council for Justice and Peace. (2004). Compendium of the social doctrine of the Church. Libreria Editrice Vaticana.

Surbakti, M. E., & Stanislaus, S. (2023). Seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia: Uraian deskriptif kritis atas pandangan Albertus Soegijapranata mengenai jiwa nasionalisme umat Katolik Indonesia sebagai warga negara Indonesia. Rajawali, 20(2), 59–66.

Steffen, L. (2021). Christianity and violence. Cambridge University Press.

Tjang, Y. S., & Soeryamassoka, H. M. (2025). Agama dan fenomena sosial kontemporer: Kajian sosiologi agama atas konflik keagamaan, bunuh diri, dan kecerdasan buatan. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 9(2), 100–111. https://doi.org/10.61831/gvjkp

Tjang, Y. S., Prasetyo, L., Astuti, R. E., Wyatno, A. K., Sinaga, A. M. T., Muliawati, V. A., & Andry, V. R. N. (2025). Konsep kebajikan Thomas Aquinas sebagai landasan paradigmatif bagi manajemen dan kepemimpinan Kristiani. Jurnal Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan), 6(2), 114–124. https://doi.org/10.61717/sl.v5i2.140

Venansius, K. A. (2025). Moderasi beragama sebagai sarana mempertahankan predikat Singkawang kota tertoleran. In Veritate Lux: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi, dan Budaya, 8(1), 57–71.

Wahyuni, R., Rahma, H. L. F., & Putri, H. H. (2022). Pemahaman radikalisme. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 180–188. https://doi.org/10.31316/jk.v6i1.2115

Wahyuni, S., Musmulyadi, & Maskuri. (2025). Perspektif baru moderasi beragama dalam dinamika kehidupan Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(1), 404–411. https://doi.org/10.31571/jpkn.v9i1.9025

Wea, M. F., & Tage, A. C. D. (2023). Pembentukan karakter siswa melalui pendidikan Agama Katolik di Sekolah Dasar. Vocat: Jurnal Pendidikan Katolik, 3(2), 31–35. https://doi.org/10.52075/vctjpk.v3i2.200

Widharsana, P. D. (2018). Mengamalkan Pancasila dalam terang iman Katolik. PT Kanisius.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-09

Cara Mengutip

Tjang, M. E., Indarto, F., & Tjang, Y. S. (2026). SPIRITUALITAS SANTO IGNATIUS DE LOYOLA: DISKRESI ROH DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN IMAN KONTEMPORER. IN VERITATE LUX, 9(1), 85–97. https://doi.org/10.63037/ivl.v9i1.185