IMAN KRISTIANI DI TENGAH KEHIDUPAN POLITIK DAN PERDAMAIAN DUNIA
REFLEKSI TEOLOGIS ATAS GAUDIUM ET SPES 73-78
DOI:
https://doi.org/10.63037/ivl.v9i1.184Kata Kunci:
Gaudium et Spes; Iman Kristiani; Perdamaian dunia; Politik; Teologi sosial Gereja.Abstrak
Penelitian ini mengkaji secara teologis relasi antara iman Kristiani, kehidupan politik, dan panggilan membangun perdamaian dunia dengan bertumpu pada Gaudium et Spes artikel 73–78. Di tengah konteks global kontemporer yang ditandai oleh konflik bersenjata, krisis demokrasi, polarisasi ideologis, dan ketidakadilan struktural, penelitian ini menegaskan relevansi berkelanjutan teologi sosial Konsili Vatikan II bagi kehadiran iman Kristiani di ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan tekstual-kontekstual terhadap dokumen Konsili, serta dialog kritis dengan literatur teologi sosial dan etika politik Kristiani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik, dalam perspektif iman, dipahami sebagai bentuk pelayanan terhadap kesejahteraan umum (bonum commune) dan sebagai medan konkret penghayatan tanggung jawab etis umat beriman. Relasi antara Gereja dan negara dibangun atas prinsip otonomi yang sehat dan dialogis, yang memungkinkan Gereja menjalankan peran moral dan profetisnya tanpa jatuh ke dalam dominasi kekuasaan. Lebih jauh, Gaudium et Spes menegaskan bahwa perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan buah keadilan yang berakar pada karya pendamaian Allah dalam Kristus. Dengan demikian, iman Kristiani dipahami sebagai kekuatan transformatif yang memiliki dimensi publik esensial dan mendorong keterlibatan etis umat dalam upaya membangun keadilan dan perdamaian dunia.
Referensi
Apner, G. J. (2021). Kehadiran Kristiani dalam Politik : Rekonstruksi Teologi Misi Tentang Peran Kekristenan dalam Ruang Publik Politis di indonesia. Diegesis: Jurnal Teologi, 6(2), 1–24. https://doi.org/https://doi.org/10.46933/DGS.vol6i21-24
Bakar, A., & Wahyu, M. (2022). Gereja dan Partisipasi Politik. Vox Populi, 5(1), 61–69. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/vp.v5i1.29646
Bosschaert, D. (2017). Understanding the shift in Gaudium et spes: From theology of history to Christian anthropology. Theological Studies, 78(3), 634–658. https://doi.org/10.1177/0040563917714620
Ciftci, M. Y. (2024). Vatican II on church–state relations: What did the council teach, and what’s wrong with it? Palgrave Macmillan.
Francis, P. (2020). Fratelli tutti: Encyclical letter on fraternity and social friendship. Libreria Editrice Vaticana.
Gaut, W., & Agustin, D. (2025). Revisiting the reception of Gaudium et Spes’s vision of the Church–world relationship. Asian Horizons, 19(1), 86–103.
Vatican Council II. (1965). Gaudium et spes: Pastoral constitution on the Church in the modern world. Libreria Editrice Vaticana.
Kelly, C. M. (2019). The Nature and Operation of Structural Sin: Additional Insights from Theology and Moral Psychology. Theological Studies, 80(2), 293 –327. https://doi.org/10.1177/0040563919836201
Kim, S. (2024). The public role of religion and the response of public theology. Religions, 15(4), 449. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rel15040449
Latinovic, V., Mannion, G., & Welle, J. (Eds. ). (2019). Catholicism opening to the world and other confessions: Vatican II and its impact (Pathways for ecumenical and interreligious dialogue). Palgrave Macmillan.
Mali, M. (2013). Gereja dan keterlibatannya dalam dunia: Refleksi pastoral atas Gaudium et spes. Jurnal Teologi, 02(02), 139–150. https://doi.org/https://doi.org/10.24071/jt.v2i2.441
Malino, Y., Supratikno, A., & Ludji, I. (2025). Agama dan etika politik: Peran gereja dalam diskursus etika politik era Reformasi. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 9(2), 684–705. https://doi.org/10.30648/dun.v9i2.1472
Massaro, T. (2021). Social Welfare and Catholic Social Teaching : Foundational Theological Principles for Case Studies. Religions, 12(5), 288. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rel12050288
Masut, V. R., Barut, M. C. P. N., Muwa, F., & Budi, A. S. (2022). Tinjauan Gaudium et spes tentang martabat manusia dalam kasus terorisme. Jurnal Masalah Pastoral, X(2), 81–91. https://doi.org/https://doi.org/10.60011/jumpa.v10i2.72
Montevecchio, C. A. (2023). Catholic Peacebuilding in Times of Crisis: Hope for a Wounded World. Journal of Moral Theology, 12(2), 78–87. https://doi.org/https://doi.org/10.55476/001C.84392
Peace, P. C. for J. and. (2004). Compendium of the social doctrine of the Church. Libreria Editrice Vaticana.
Perry, M. J. (2014). Freedom of conscience as religious and moral freedom. Journal of Law and Religion, 29(1), 124–141. https://doi.org/10.1017/jlr.2013.1
Powers, G. F. (2021). The Catholic Peacebuilding Network : Lessons Learned. The Journal of Social Encounters, 5(2), 2–18. https://doi.org/https://doi.org/10.69755/2995-2212.1088
Schreiter, R. J. (2010). Peacebuilding: Catholic theology, ethics, and praxis. Orbis Books.
Šola, I., & Bižaca, N. (2025). Catholic Involvement in Politics : Some Theological and Anthropological Considerations. Religions, 16(4), 485. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rel16040485
Sugiarto, B. A. T. (2021). Spiritualitas politik dalam perspektif Kristiani. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(3), 404–407. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/jis.v1i3.13389
Zai, N., & Gulo, J. (2025). Panggilan Kristen dalam politik: Melayani dengan integritas dan kasih. Imitatio Christo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 30–45. https://doi.org/10.63536/imitatiochri



