PRAKTIK TATO DALAM PERSPEKTIF IMAN KATOLIK: REFLEKSI TEOLOGIS DAN PASTORAL
DOI:
https://doi.org/10.63037/ivl.v8i2.169Kata Kunci:
Kata kunci: praktik tato; tubuh manusia; iman Katolik; refleksi teologis; pastoral GerejaAbstrak
Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam praktik tato sebagai ekspresi tubuh yang sarat makna personal dan spiritual dalam kehidupan manusia kontemporer, khususnya ketika dihadapkan pada pemahaman iman Katolik tentang martabat tubuh. Tubuh tidak dipandang semata-mata sebagai ruang ekspresi individual, melainkan sebagai bagian utuh dari pribadi manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan reflektif teologis dan pastoral, penelitian ini mengandalkan studi kepustakaan terhadap dokumen resmi Gereja, karya teologis, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa praktik tato tidak dapat dinilai secara seragam atau normatif semata, karena maknanya sangat bergantung pada motivasi, konteks sosial-budaya, dan relasinya dengan tanggung jawab moral serta kehidupan beriman. Dari sudut pandang pastoral, kehadiran tato dalam ruang Gereja menghadirkan tantangan sekaligus kesempatan untuk membangun dialog iman yang lebih personal dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan perlunya sikap Gereja yang bijaksana dan berbelas kasih dalam mendampingi umat, sehingga praktik tato dapat dipahami sebagai bagian dari perjalanan manusia dalam mencari makna hidup dan menghayati iman Katolik secara dewasa di tengah perubahan budaya tubuh masa kini.
Referensi
Atkinson, M. (2003). Tattooed: The sociogenesis of a body art. Toronto, Buffalo, London: University of Toronto Press.
Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology. Maryknoll, NY: Orbis Books.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Francis. (2013). Evangelii gaudium [Apostolic exhortation]. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana. Retrieved from https://www.vatican.va
Francis. (2016). Amoris laetitia [Apostolic exhortation]. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana. Retrieved from https://www.vatican.va
Hardawiryana, R. (Penerj.). (2022). Gaudium et spes [Konstitusi pastoral tentang Gereja di dunia dewasa ini]. Jakarta: Dokumen Konsili Vatikan II.
John Paul II. (1993). Veritatis splendor [Encyclical letter]. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana. Retrieved from https://www.vatican.va
John Paul II. (1997). Theology of the body: Human love in the divine plan. Boston, MA: Pauline Books & Media.
Katekismus Gereja Katolik. (1992). Catechism of the Catholic Church. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana.
Keenan, J. F. (2007). Moral wisdom: Lessons and texts from the Catholic tradition. Lanham, MD: Rowman & Littlefield Publishers.
Krippendorff, K. (2022). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mavropoulos, A., & Murray, J. (2024). The ethical consideration of body modification: A comparative case study of tattooing and body piercing practices between Catholic and Orthodox perspectives. Journal of Religion and Ethics, xx(x), xx-xx.
Morello, G., Sanchez, M., Moreno, D., Engelmann, J., & Evangel, A. (2021). Women, tattoos, and religion: An exploration into women’s inner life. Religions, 12(7), 517. https://doi.org/10.3390/rel12070517
Paul VI. (1965). Gaudium et spes [Pastoral constitution]. Vatican City: Libreria Editrice Vaticana. Retrieved from https://www.vatican.va
Sweetman, P. (1999). Anchoring the (postmodern) self? Body modification, fashion and identity. Body & Society, 5(2-3), 51-76.



