PAHAM KETUHANAN KANG MURBENG DUMADI DALAM RITUAL SELAPANAN DI DESA JOMEGATAN, KASIHAN, BANTUL

Penulis

  • Emanuel Yuliman Personal

DOI:

https://doi.org/10.63037/ivl.v8i2.148

Kata Kunci:

Kata kunci: Paham Ketuhanan, Kang Murbeng Dumadi, Selapanan, Desa Jomegatan

Abstrak

Abstrak

Ritual Selapanan dalam tradisi Jawa merupakan wujud ekspresi spiritual yang sangat sarat makna, melampaui sekadar perayaan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam paham ketuhanan yang tercermin dalam ritual selapanan, dengan fokus pada konsep Kang Murbeng Dumadi sebagai entitas tertinggi. Studi kasus dilakukan di Desa Jomegatan, Kapanewon Kasihan, Bantul, sebuah wilayah yang masih terus melestarikan tradisi ini. Menggunakan metode kualitatif yang memadukan studi pustaka dengan wawancara mendalam bersama budayawan lokal, penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai teologis diwujudkan melalui prosesi dan simbol-simbol yang ada pada ritual selapanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paham Kang Murbeng Dumadi sebagai Sang Pencipta dan Pemelihara kehidupan termanifestasi secara konkret dalam simbol-simbol ritual. Simbol seperti tumpeng melambangkan orientasi hidup kepada Tuhan, warna jenang merepresentasikan perlindungan spiritual (Sedulur Papat Kalimo Pancer), dan lampu menyimbolkan penerang jalan kehidupan. Disimpulkan bahwa ritual selapanan di Desa Jomegatan bukan hanya warisan adat, melainkan media aktualisasi paham ketuhanan yang dinamis, yang merefleksikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta di tengah perkembangan zaman. Kendati mengalami perubahan dan perkembangan dari segi ekspresi dan bentuk, esensi utama dari selapanan tidaklah berubah yakni memohon keselamatan dari Yang Mahakuasa untuk perjalanan hidup si Bayi bersama keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Referensi

Aswiyati, I. (2015). Makna dan Jalannya Upacara" Puputan" dan" Selapanan" dalam Adat Upacara Tradisional Kelahiran Bayi Bagi Masyarakat Jawa. HOLISTIK, Journal Of Social and Culture, 1 no 16, 1–10.

Aziz, A. Z. (2020). Tradisi Wetonan Di Desa Segaralangu Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Diambil dari https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56991

Chakim, S. (2009). Potret Islam Sinkretisme: Praktik Ritual Kejawen? KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 3(1), 1–9. https://doi.org/DOI:%2520https://doi.org/10.24090/komunika.v3i1.110

Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Endraswara, S. (2017). Agama Jawa: Ajaran, amalan, dan asal-usul kejawen. Media Pressindo.

Geertz, H. (1961a). The Javanese family: A study of kinship and socialization.

Geertz, H. (1961b). The Javanese family: A study of kinship and socialization.

Heruditya, A. H. (2017). Meditasi setyo hajar dewantoro (kajian Filsafat kebatinan jawa) (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Diambil dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/53998

Hidayati, A. N., Idris, J., dan Marhamah, U. (2023). The dynamics of family harmony in the Javanese weton perspective. SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary, 8(1), 55–62.

Kartono. (2022). Teologi Inkulturasi dalam Ritual Selapanan. MEDIA Jurnal Filsafat dan Teologi, 3(e-ISSN: 2746-5276), 77–90. https://doi.org/DOI:%2520https://doi.org/10.53396/media.v3i1.40

Kholil, A. (2008). Agama dan Ritual Slametan: Deskripsi-Antropologis Keberagamaan Masyarakat Jawa. El Harakah: Jurnal Budaya Islam, 10(3), 187–202. https://doi.org/DOI:%2520https://doi.org/10.18860/el.v10i3.4758

Koentjaraningrat, K. J. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Marzuki, M. E. (2024). Studi Etnografi Komunikasi Tradisi Selapanan Pada Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Brand Communication, 3(3), 230–239.

Miles, M. B., dan Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ngatipan, N. (2024). Mengelola Watak Dan Potensi Manusia Melalui Weton Dan Neptu Jawa. Solusi Bersama: Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat, 1(4), 01–12. https://doi.org/DOI:%2520https://doi.org/10.62951/solusibersama.v1i4.138

Pintubatu, E. I., Prayitno, A. J., dan Astuti, A. (2022). Kajian Umat Terhadap Selametan Kelahiran dalam Tradisi Jawa (Studi Kasus di Gereja Sambiroto). 3(2), 51–58.

Prasetyo, W. (2017). Metodologi Tradisi Ajaran Kejawen Panca Eka Lumaksana: Model Penentuan Harga Jual Harmooni. Jurnal Akuntansi Aktual, 4(2), 100–111.

Putri, A. R. M., Mutaqin, F., Putri, R. Z. A., dan Lestari, S. S. F. (2022). Empat Persoalan Filsafat Menurut Immanuel Kant. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(01), 1–19. https://doi.org/OI:%252010.11111/praxis.xxxxxxx

Santosa, I. (2007). Kajian Estetika dan Unsur Pendukungnya pada Keraton Surakarta. Jurnal Visual Art, 1(1), 108–127.

Setiawan, L., dan Luthfillah, A. (2021). Fenomena Sosial Keagamaan Masyarakat Jawa Dalam Kajian Sosiologi. Guepedia.

Sugianto, A. (2017). Etnolinguistik teori dan praktik. CV. Nata Karya.

Tilaar, M. (1999). Kecantikan perempuan timur. IndonesiaTera.

Trimulyaningsih, N. (2017). Konsep kepribadian matang dalam budaya Jawa-Islam: Menjawab tantangan globalisasi. Buletin Psikologi, 25(2), 89–98.

Widyaningrum, L., dan Tantoro, S. (2017). Tradisi Adat Jawa dalam Menyambut Kelahiran Bayi (Studi Tentang Pelaksanaan Tradisi Jagongan Pada Sepasaran Bayi) di Desa Harapan Harapan Jaya Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan, 4, 1–15.

Widyanita, A. R., dan Sudrajat, A. (2023). Tradisi Selapanan Sebagai Simbol Kelahiran Bayi Bagi Masyarakat Jawa. Majalah Ilmiah Tabuah: Talimat, Budaya, Agama dan Humaniora, 27(1), 1–7. https://doi.org/10.37108/tabuah.v27i1.866

Woodward, M. (1989). Islam in Java: Normative piety and mysticism in the sultanate of Yogyakarta. Dalam Islam in Java: Normative piety and mysticism in the Sultanate of Yogyakarta. University of Arizona Press, Tucson; Association for Asian Studies Monograph, 45.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-16

Cara Mengutip

Yuliman, E. (2025). PAHAM KETUHANAN KANG MURBENG DUMADI DALAM RITUAL SELAPANAN DI DESA JOMEGATAN, KASIHAN, BANTUL. IN VERITATE LUX, 8(2), 140–162. https://doi.org/10.63037/ivl.v8i2.148